Cara Mengatasi Sindrom Edward

Sindrom Edward disebut juga dengan trisomy 18. Terjadinya sindrom ini di tandai dengan kelainan organ pada bayi, diantaranya: kepala, jantung, tangan, telinga yang cacat, ginjal, dan gangguan pertumbuhan. Ciri khas yang tampak terjadi pada bayiyaitu terjadi pada tangan bayi yang saling tumpang tindih ketika menggenggam. 

Apakah yang dimaksud dengan sindrom Edward?

Sindrom tersebut merupakan kelainan kongenital yang dapat terjadi saat bayi masih berada dalam kandungan ibu. Hal tersebut dipicu oleh faktor genetik. Sindrom tersebut termasuk jenis kelainan genetik kedua yang sering kali terjadi setelah trisomi 21 atau akrab didengar dengan sebutan sindrom down. 

Lalu apa yang menjadi penyebab terjadinya sindrom tersebut?

Perlu anda ketahui sebelum memahami penyebab terjadi sindrom tersebut yakni penjelasan mengenai kromosom. Kromosom merupakan bagian dari sel yang menumpang gen berbentuk menyerupai benang. Gen tersebut yang bertugas untuk membentuk tubuh janin. 

Ketika terjadi pembuahan, saat sel telur dan sperma bersatu, kromosom juga bersatu. Janin bayi tersebut memeroleh total kromoson sebanyak 46 kromosom,  23 kromosom yang berasal dari ibu dan 23 kromosom yang berasal dari ayah. Akan tetapi, kromoson ayah dan ibu dapat mengalami kelainan dengan jumlah yang salah. Hal tersebut terdapat pada orang tua yang normal tetapi membawa sifat atau yang disebut carrier. Selanjutnya, kesalahan jumlah yang terjadi diteruskan pada janin.  Munculnya istilah “trisomi” berarti kondisi bayi memiliki kromosom yang melebihi jumlah seharusnya.

Diagnosa untuk memastikan sindorm edward

Ketika bayi masih berada dalam kandungan ibu, doketr akan melakukan pemeriksaan keberadaan sindrom dan mendeteksi terjadinya kelainan pada struktur dan organ janin  tersebut dengan melalui USG. Selain cara tersebut, juga terdapat cara yang lebih akurat, yakni dengan menggambil samples el yang berasal dari cairan ketuban atau plasenta untuk dilajukan pemeriksaan kondisi kromosom. Setelah bayed ilahirkan, dokter akan melakukan pemeriksaana padaf isik, utamanya pada wajah, dan kondisi tangan  yang tidak lazim. Dari banyak kasus yang terjadi, bayi yang mengalami sindrom tersebut meninggal ketika masih berada di dalam kandungan ibu atau setelah satu minggu dilahirkan. Namun, terdapat juga bayi yang dapat bertahan sampai usia satu tahun dengan angka harapan hidup sangat rendah. 

Lalu bagaimana car amengatasi sindrom edward?

Sampai saat ini pun belum dapat diketahui cara pengobatan yang dapat mengatasi sindrom tersebut. Sejauh ini penanganan yang dapat dilakukan yakni penanganan berdasarkan gejala dan kelainan yang dialami oleh bayi, diantaranya:

  1. Pemasangan selang nasogastric (selangmakan) untuk mengatasi kesulitan makan yang terjadi pada bayi.
  2. Penanganan infeksi jika terjadi infeksi pada bayi.
  3. Dilakukan penanganan, jika terjadi gagal jantung atau kelainan jantung bawaan

Sindrom tersebut juga tidak dapat dicegah, akan tetapi hanya dapat dideteksi ketika masa kehamilan. Dan bayi yang mengalami sindrom tersebut memiliki harapan untuk hidup lebih rendah, kasus yang terjadi bayi mengalami kematian ketika berada di dalam kandungan dan hanya bertahan hidup maksimal tahun pertama. Sehingga, sangat diperlukan dukungan keluarga, kerabat terdekat. Bahkan, psikolog jika diperlukan untuk menangani dampak psiologis yang harus diterima orang tua utamnya ibu yang melahirkan anak dengan kondisi tersebut. 

Nah, itulah penjelasan mengenai cara mengatasi sindrom Edward yang menimbulkan harapan hidup bayi dengan kondisi tersebut tergolong rendah. Untuk memeroleh informasi-informasi penting mengenai sindrom tersebut anda dapat menelusurinya pada laman